Arti Lambang

Latar belakang Lambang Daerah menggambarkan sejarah, Kebudayaan Geografis dan Potensi Alam lainya.

  1. Sejarah
    Bertitik tolak dari latar belakang sejarah di dalam Lambang Daerah terdapat 31 helai daun kelapa dan 10 daun buah dan biji pala serta angka 1990 mengungkapkan pada tanggal 31 bulan 10 tahun 1990 pengesahan Kabupaten Halmahera Tengah yang dipertegas dengan 6 ( angka) ikatan bersilang yaitu Undang – Undang Nomor 6 Tahun 1990.
  2. Kebudayaan
    Tifa, salawaku dan parang serta perahu kora- kora adalah Gambaran Kebudayaan asli Rakyat Halmahera Tengah , dimana Tifa sebagai alat music atau irama mengiringi tarian Lala, Parang dan salawaku adalah alat perang melawan penjajah sedangkan perahu kora-kora adalah Armada Laut yang digunakan untukn berperang dalam sejarah Kesultanan.
  3. Geografis
    Deretan 6 (enam) Bukit berlatar belakang cakrawala dilandasi sebidang tanah datar bergaris temu berwarna Putih menunjukan enam kecamatan yang dikomposisiskan dengan Riak Gelombang Laut seolah – olah menggerakkan perahu Kora-Kora diatasnya menampakkan keterpaduan Georafis Kabupaten Halmahera Tengah, sekaligus sebagai ungkapan daerah Maritim.
  4. Potensi Alam
    Satu buah priuk berwarna Cokelat Kemerahan sebagai ungkpan sebagian besar daratan Halmaherah Tengah mengandung Tambang yang melimpah, Goa Boki Maruru yang di identikkan dengan Pintu Gerbang di dalam Lambang Daerah berwarna Hitam berkristal putih adalah potensi Wisata terindah di Dunia. Lautan berwarna Biru dengan gelombang berwarna putih adalah ungkapan sebagian besar Wilayah Kabupaten Halmahera Tengah adalah Laut, yang terpendam di dalamnya berpotensi kekayaan alam yaitu berbagai jenis ikan dan aneka hasil laut lainnya. Motif Kelapa dan Pala adalah komoditi unggulan di Kabupaten Halmaherah Tengah mengungkapkan potensi alam, sumber hidup dan kehidupan rakyat di Jazirah Halmaherah Tengah.