Tata Ruang

Kabupaten Halmahera Tengah dibentuk sejak  tahun 1990  berdasarkan  Undang-Undang Nomor 06 Tahun  1990  dan  pada  tahun  2003  telah  dimekarkan sesuai dengan Undang-Undang  Nomor  01  Tahun  2003 menjadi  dua Kabupaten  dan satu Kota, yaitu  Kabupaten  Halmahera Tengah  dengan  pusat  Pemerintahan  di Weda,  Kabupaten  Halmahera  Timur  dan  Kota Tidore  Kepulauan. Sehingga  pada  saat  ini  wilayah  Kabupaten  Halamhera  Tengah  mempunyai  luas wlayah 8.381,48 Km2(daratan  2.276,83 Km2 atau 27% dan luas  lautan sekitar 6.104,65 Km2 atau 73%.

Secara  Geografis Kabupaten  Halmahera Tengah  berada  diantara 0o15’ Lintang Selatan dan 045’ Lintang  Utara, 12745’ Bujur  Timur sampai 12926’ Bujur Timur dengan batas-batas  sebagai  berikut:

  • Sebelah Timur :  berbatasan    dengan Kabupaten  Sorong Provinsi  Papua

Barat)

  • Sebelah Barat       :  berbatasan dengan  Kota  Tidore  Kepulauan
  • Sebelah Utara :  berbatasan dengan  Kabupaten  Halmahera  Timur
  • Sebelah Selatan :  berbatasan  dengan Kabupaten  Halmahera  Selatan

Wilayah  Kabupaten  Halmahera  Tengah secara administratif terbagi  menjadi  10 Kecamatan  dan 61  Desa, Yaitu:

  • Kecamatan Weda  memiliki 7 Desa;
  • Kecamatan Weda  Selatan  memiliki 8 Desa;
  • Kecamatan Weda  Utara  memiliki 9 Desa;
  • Kecamatan Weda Tengah memiliki 7 Desa;
  • Weda Timur memeliki 5 Desa
  • Kecamatan Patani memiliki 5 Desa;
  • Kecamatan Patani Utara memiliki 12 Desa;
  • Kecamatan Patani Barat memiliki 5 Desa;
  • Kecamatan Patani Timur memeliki 5 Desa dan
  • Kecamatan Pulau  Gebe memiliki 8 Desa.

Luas Wilayah Daratan Kabupaten Halmahera Tengah secara keseluruhan 2.276,83 Kmdiperincikan menurut Kecamatan sebagai berikut:

Hasil  yang telah dicapai adalah terbangunnya 2 (dua) unit  Kantor Camat baru hasil pemekaran Kecamatan sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Halmahera  Tengah  Nomor  23  Tahun  2008  tentang Pembentukan  Kecamatan  Weda Tengah  dan Peraturan  Daerah  Kabupaten  Halmahera  Tengah  Nomor  24  Tahun  2008  tentang Pembentukan Kecamatan Patani Barat Kabupaten Halmahera Tengah.   Sehingga dengan demikian Kabupaten  Halmahera Tengah terdiri dari 8 (delapan) Kecamatan  yaitu :

  • Kecamatan Weda dengan Ibu kotanya  Weda
  • Kecamatan Weda Utara dengan Ibu kotanya Sagea
  • Kecamatan Weda Selatan dengan  Ibu kotanya Wairoro Indah
  • Kecamatan Weda Tengah dengan Ibu kotanya Lelilef
  • Kecamatan Patani dengan Ibu kotanya Kipae
  • Kecamatan Patani Utara dengan Ibu kotanya Tepeleo
  • Kecamatan Patani Barat dengan Ibu kota Banemo
  • Kecamatan Pulau  Gebe dengan  Ibu kotanya Kapaleo.

Wilayah Kabupaten Halmahera Tengah bertopografi berombak dan bergelombang, agak mencolok dengan teluk yang besar seperti  teluk  Weda. Kecamatan  Patani  dan  Gebe terdapat 5% dataran  rendah.

Penyebaran wilayah  dataran terdiri dari  pulau-pulau vulkanis dan  pulau  karang dengan beraneka  ragam jenis  tanah yang  dominan antara  lain Tanah  Kompleks, Aluvial, Podsol, Regosol, Mediteran dan Renzina. Ciri tanah  yang  beraneka  ragam ini diklasifikasikan berdasarkan perbedaan tinggi dan  kemiringan permukaan  tanah  atau  lereng.

Topografi yang berombak  dan bergelombang dengan  dataran rendah  meliputi Kecamatan Weda dan Patani yang  terletak pada  bagian Timur Pulau  Halmahera. Disamping  Pulau  Halmahera  sebagai  Induknya, wilayah Kabupaten Halmahera Tengah terdiri dari beberapa pulau  baik yang  dihuni  penduduk maupun  tidak. Jumlah  pulau  di Kabupaten  Halmahera  Tengah  kurang  lebih  sebanyak 43  pulau diantaranya  yang  besar  adalah gugusan  Pulau  Gebe  yang  didiami  penduduk, sedangkan  yang  lainya  adalah  pulau-pulau  kecil (Pulau  Karang). Lebih  rinci Pulau-pulau di Halmahera  Tengah  sebagai  berikut:

Kondisi Fisiografi Kabupaten Halmahera  Tengah dibentuk  oleh relief-relief yang  besar dimana palung-palung oceanis dan punggung-punggung pegunungan  saling  berganti dengan sangat mencolok, daerah ini termasuk lingkungan kontinen melanisia. Kondisi Geologi dan struktur tanah diwilayah Kabupaten Halmahera  Tengah dapat dilihat dari jenis batuan, jenis tanah dan kemampuan tanah.

  • Jenis batuan

Menurut peta geoligi Kabupaten Halmahera Tengah (1992), sebagian besar struktur batuan di Kabupaten Halmahera Tengah tersusun dari batuan vulkanik. Endapan permukaan batuan vulkanik tersusun dari alluvial, undak dan tertumbuh koral disamping neogen dan parmo karbon yang termasuk dalam devan di Irian Jaya.

  • Jenis Tanah.

Berdasarkan peta bagan jenis tanah lembaga  Penelitian Tanah (LPT) Bogor tahun  1969 dan hasil peta data pokok pembangunan  Daerah Kabupaten Halmahera Tengah (1992), Jenis tanah yang terdapat diwilayah Kabupaten Halmahera Tengah adalah termasuk jenis tanah regosol.

Halmahera Tengah merupakan Daerah kepulauan yang beriklim tropis dimana iklimnya sangat dipengaruhi oleh laut (angin).Curah hujan rata–rata 1.695–2.570 mm pertahun dengan jumlah hari hujan 86–157 hari.Daerah ini juga mempunyai dua musim yakni musim utara barat dan musim timur atau musim selatan dengan diselingi dua kali masa peralihan atau musim panca robah. Makin keutara makin banyak turun hujan terutama di Kecamatan Weda dengan curah hujan antara 3001–3500 mm, sedangkan makin ketimur makin kurang hujan terutama di Kecamatan Patani dan  Kecamatan Pulau Gebe. Musim kemarau terjadi pada bulan Desember sampai Maret bertiup angin  muson  barat laut yang sedikit membawa uap air. Musim hujan jatuh pada bulan Mei sampai Oktober bertiup Angin Muson Tenggara. Bila menggunakan klasifikasi SCHMIDTH F.H dan H.H.A FERGUSON maka berdasarkan data curah hujan setiap stasion di Daerah Halmahera Tengah mempunyai tipe iklim A atau tipe sangat basah.

Jenis  Tanah  di Kabupaten  Halmahera  Tengah antara  lain:

  • Tanah Latosol.  Jenis Tanah  ini  mempunyai batas induk yang berasal  dari turvulkanis dan  mempunyai  2  jenis  yakni: Latosol vulkanis dan Latosol gunung.
  • Tanah Aluvial. Jenis  Tanah  ini  terdapat  diatas  tanah  datar  dan  terbentuk  endapan-endapan  sungai, tanah  Aluvial ini ada  2  jenis  yaitu  Aluvial pantai  terdapat  di pesisir  di  Kecamatan  Patani dan  Aluvial lembah  terdapat dilembah  sungai  Lelilef dan  sungai  Fidi  Kecamatan  Weda Tengah.
  • Tanah Podsol. Jenis  Tanah  ini  di kenal  ada  2 macam  yaitu merah kuning  mempunyai  bahan  induk metamorphosis  yang  terdapat  di  Kecamatan Weda, coklat kelabu berasal  dari batu  metamorphosis  terdapat  di  Kecamatan  Weda  dan  Patani.
  • Tanah Kompleks.  Jenis   Tanah  ini  terdiri dari  berbagai  jenis tanah yang  tidak  dapat  dipisahkan  secara  sendiri-sendiri.
  • Mediteran merah kuning. Jenis  Tanah  ini terdapat  di  gugusan  Pulau  Gebe  Kecamatan  Gebe.
  • Regosol. Jenis  Tanah  ini  banyak  terdapat  di wilayah  Kabupaten  Halmahera  Tengah  yaitu  seluas  129.876 Ha atau  51,15%  dari  luas wilayah. Terbanyak  di  Kecamatan  Weda  dan  Patani  dengan  ciri  tekstur  yang  kasar, berusia  muda tanpa  mengalami  perkembangan  dan  drainasenya  agak  cepat.Sebagian  besar  masyarakat  menggunakan  lahan  dengan  jenis  tanah  ini untuk  tanaman  kelapa, kebun  campuran  dan  tegalan.
  • Rezina. Jenis  Tanah  ini terdapat  di  Pulau  Gebe Kecamatan  Gebe yaitu  seluas 16.205,10 Ha atau  6,38% dari  luas  wilayah. Jenis  tanah  ini mengandung  sumber  daya  alam berupa  mineral yang  cukup  banyak  dan  beragam.