{"id":255,"date":"2020-12-31T09:00:45","date_gmt":"2020-12-31T01:00:45","guid":{"rendered":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/?page_id=255"},"modified":"2025-04-11T23:45:35","modified_gmt":"2025-04-11T15:45:35","slug":"sejarah","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/sejarah\/","title":{"rendered":"Sejarah"},"content":{"rendered":"<div id=\"pl-255\"  class=\"panel-layout\" ><div id=\"pg-255-0\"  class=\"panel-grid panel-no-style\" ><div id=\"pgc-255-0-0\"  class=\"panel-grid-cell\" ><div id=\"panel-255-0-0-0\" class=\"so-panel widget widget_sow-accordion panel-first-child panel-last-child\" data-index=\"0\" ><div\n\t\t\t\n\t\t\tclass=\"so-widget-sow-accordion so-widget-sow-accordion-default-d9295f5bfa93-255\"\n\t\t\t\n\t\t><div>\n\t<div class=\"sow-accordion\">\n\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel\n\t\t\t\t\t\"\n\t\t\t\tdata-anchor-id=\"masa-kesultanan-tidore\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-header-container\" role=\"heading\" aria-level=\"2\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-header\" tabindex=\"0\" role=\"button\" id=\"accordion-label-masa-kesultanan-tidore\" aria-controls=\"accordion-content-masa-kesultanan-tidore\" aria-expanded=\"false\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-title sow-accordion-title-icon-left\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\tMASA KESULTANAN  TIDORE\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-open-close-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-open-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"sow-icon-ionicons\" data-sow-icon=\"&#xf218;\"\n\t\t \n\t\taria-hidden=\"true\"><\/span>\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-close-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"sow-icon-ionicons\" data-sow-icon=\"&#xf209;\"\n\t\t \n\t\taria-hidden=\"true\"><\/span>\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\n\t\t\t<div\n\t\t\t\tclass=\"sow-accordion-panel-content\"\n\t\t\t\trole=\"region\"\n\t\t\t\taria-labelledby=\"accordion-label-masa-kesultanan-tidore\"\n\t\t\t\tid=\"accordion-content-masa-kesultanan-tidore\"\n\t\t\t\tstyle=\"display: none;\"\t\t\t>\n\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-border\">\n\t\t\t\t\t<p>Dalam catatan sejarah, kawasan Weda, Patani, Maba dan juga Gebe dikenal dengan sebutan Gam Range, adalah daerah otonom yang dipimpin oleh Sangaji dalam wilayah Kesultanan Tidore.<\/p>\n<p>Pada fase sejarah kesultanan hingga kemerdekaan, negeri ini pernah melahirkan pahlawan seperti Sultan Nuku yang bergelar Jou Barakati dan Haji Salahuddin bin Talabuddin yang dikenang sebagai tokoh Pejuang Merah Putih yang karena perjuangannya beliau di tangkap di Patani dan ditembak mati oleh Belanda di Skep Ternate pada bulan Juni 1948. Untuk mengenang perjuangannya, lokasi eksekusi tersebut diabadikan menjadi nama Kelurahan Salahuddin oleh Pemerintah Kota Ternate.<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel\n\t\t\t\t\t\"\n\t\t\t\tdata-anchor-id=\"masa-kemerdekaan\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-header-container\" role=\"heading\" aria-level=\"2\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-header\" tabindex=\"0\" role=\"button\" id=\"accordion-label-masa-kemerdekaan\" aria-controls=\"accordion-content-masa-kemerdekaan\" aria-expanded=\"false\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-title sow-accordion-title-icon-left\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\tMASA  KEMERDEKAAN\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-open-close-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-open-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"sow-icon-ionicons\" data-sow-icon=\"&#xf218;\"\n\t\t \n\t\taria-hidden=\"true\"><\/span>\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-close-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"sow-icon-ionicons\" data-sow-icon=\"&#xf209;\"\n\t\t \n\t\taria-hidden=\"true\"><\/span>\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\n\t\t\t<div\n\t\t\t\tclass=\"sow-accordion-panel-content\"\n\t\t\t\trole=\"region\"\n\t\t\t\taria-labelledby=\"accordion-label-masa-kemerdekaan\"\n\t\t\t\tid=\"accordion-content-masa-kemerdekaan\"\n\t\t\t\tstyle=\"display: none;\"\t\t\t>\n\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-border\">\n\t\t\t\t\t<p>Dalam upaya mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi dari Pemerintah Belanda, dikeluarkanlah Undang\u2013Undang Nomor 15 Tahun 1956 jo. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1958 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 20 Tahun 1957 tentang Penambahan Undang-Undang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Irian Barat sebagai Undang-Undang, dengan wilayah de facto-nya meliputi : Kewedanaan Tidore\u00a0 yang mencakup Distrik Tidore, Oba dan Wasileo serta Kewedanaan Weda yang mencakup Distrik Weda, Maba, dan Patani\/Gebe.<\/p>\n<p>Pada tanggal 17 Agustus 1956 Presiden Soekarno mengumumkan pembentukan Propinsi Perjuangan Irian Barat dengan Ibukota sementara di Soasio Tidore dan menetapkan Sultan Zainal Abidin Syah sebagai Gubernur sementara Propinsi Perjuangan Irian Barat (SK Presiden RI No. 142\/Tahun 1956 tanggal 23 September 1956). Selanjutnya sesuai SK Presiden RI No. 220\/Tahun 1961 tanggal 4 Mei 1961, beliau ditetapkan sebagai Gubernur tetap Propinsi Irian Barat.<\/p>\n<p>Pada tahun 1961 terjadi pergantian pimpinan pemerintahan dari Sultan Zainal Abidin Syah kepada Bapak P. Pamuji sebagai Gubernur Irian Barat (1961 -1962).<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel\n\t\t\t\t\t\"\n\t\t\t\tdata-anchor-id=\"masa-transisi-tahun-1962-s-d-1990\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-header-container\" role=\"heading\" aria-level=\"2\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-header\" tabindex=\"0\" role=\"button\" id=\"accordion-label-masa-transisi-tahun-1962-sd-1990\" aria-controls=\"accordion-content-masa-transisi-tahun-1962-sd-1990\" aria-expanded=\"false\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-title sow-accordion-title-icon-left\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\tMASA TRANSISI TAHUN 1962 S\/D 1990\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-open-close-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-open-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"sow-icon-ionicons\" data-sow-icon=\"&#xf218;\"\n\t\t \n\t\taria-hidden=\"true\"><\/span>\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-close-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"sow-icon-ionicons\" data-sow-icon=\"&#xf209;\"\n\t\t \n\t\taria-hidden=\"true\"><\/span>\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\n\t\t\t<div\n\t\t\t\tclass=\"sow-accordion-panel-content\"\n\t\t\t\trole=\"region\"\n\t\t\t\taria-labelledby=\"accordion-label-masa-transisi-tahun-1962-sd-1990\"\n\t\t\t\tid=\"accordion-content-masa-transisi-tahun-1962-sd-1990\"\n\t\t\t\tstyle=\"display: none;\"\t\t\t>\n\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-border\">\n\t\t\t\t\t<p>Setelah perjuangan pengembalian Irian Barat mencapai puncaknya, maka dibentuklah Propinsi Irian Barat Bentuk Baru berdasarkan Penetapan Presiden RI Nomor 1 Tahun 1962 dan bekas wilayah Swapraja Tidore yang terdiri dari 6 (enam) Kecamatan dikembalikan ke dalam wilayah Propinsi Maluku tanpa status yang\u00a0 jelas.<\/p>\n<p>Dalam kondisi yang demikian, Gubernur Maluku menetapkan kebijakan dengan suratnya Nomor : Seker.S\/14\/30 tanggal 20 Juli 1962 dan Nomor : Seker.S\/20\/9 tanggal 23 Oktober 1962, dengan arahan sebagai\u00a0 berikut :<\/p>\n<p>Daerah pemulangan dari Propinsi Irian Barat sementara disebut Irian Barat Lama dan ditunjuk Bapak Hasyim Assegaf sebagai Pimpinan Kantor Irian Barat Lama yang bertindak atas nama Gubernur Maluku (1962 s\/d September 1965).<br \/>\nUrusan bidang otonomi berada di bawah Pimpinan Kantor Irian Barat Lama sedangkan urusan bidang pusat diserahkan kepada Bupati Kepala Daerah Tingkat II Maluku Utara di Ternate.<\/p>\n<p>Kebijakan ini kemudian diubah pada\u00a0 tahun 1965 dengan surat Gubernur Maluku Nomor : PU 22\/1\/22 tanggal 23 Januari 1965 yang menetapkan bahwa urusan bidang pusat yang dipegang oleh Bupati KDH Tingkat II Maluku Utara diserahkan kembali kepada Pimpinan Kantor Irian Barat Lama.<\/p>\n<p>6<\/p>\n<p>Dalam perkembangannya, pada tahun 1965 Gubernur Maluku dengan surat Nomor : Des.25\/4\/3 tanggal 20 Maret 1965 mengusulkan kepada Menteri Dalam Negeri agar bekas wilayah Propinsi Irian Barat diberikan prioritas menjadi Wilayah Daerah Tingkat II di Propinsi Maluku.<\/p>\n<p>Berdasarkan Surat Gubernur Maluku Nomor : Des.25\/1\/30 tanggal 23 Juni 1967, Propinsi Maluku dimintakan untuk menetapkan aparatnya di Irian Barat Lama.<\/p>\n<p>Tahun 1968 Gubernur KDH Tingkat I Maluku dengan suratnya Nomor : Des.25\/1\/4 tanggal 9 Desember 1968 menetapkan kebijakan memperlakukan daerah Irian Barat Lama diganti dengan nama Halmahera Tengah dan Pimpinan Pemerintahan disebut Bupati Pimpinan Daerah Halmahera\u00a0 Tengah.<\/p>\n<p>Kebijakan Gubernur KDH Tingkat I Maluku terhadap Daerah Halmahera Tengah tersebut mendapat persetujuan Menteri Dalam Negeri dengan surat Nomor : Pemda. 2\/1\/33 tanggal 15 April 1969.<\/p>\n<p>Pada tanggal 10 Desember 1975 DPRD Tingkat I Maluku mengajukan Memorandum kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI dengan permintaan agar Daerah Halmahera Tengah ditingkatkan statusnya menjadi Daerah Tingkat II.<\/p>\n<p>Dalam status yang mengambang selama 28 tahun sejak 1962 s\/d 1990, mekanisme penyelenggaraan pemerintahan dikendalikan oleh Gubernur KDH Tingkat I Maluku, dengan Pimpinan Pemerintahan di Daerah Halmahera Tengah, antara lain :<\/p>\n<p>Bapak Muhammad D Podo, mantan Kepala Pemerintah Setempat (KPS) Weda selaku Pimpinan Likuidasi (Oktober s\/d Desember 1965).<br \/>\nBapak D Salim Assegaf, selaku Bupati Pimpinan Daerah Administratif Halmahera Tengah (1965 s\/d\u00a0 1969).<br \/>\nBapak D Ahmad Malawat, selaku Bupati Pimpinan Daerah Administratif Halmahera Tengah (1969\u00a0 s\/d 1977).<br \/>\nBapak Drs. I.E.Toekan, selaku Bupati Pimpinan Daerah Administratif Halmahera Tengah (1977 s\/d 1990).<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel\n\t\t\t\t\t\"\n\t\t\t\tdata-anchor-id=\"periode-terbentuknya-kabupaten-daerah-tingkat-ii-halmahera-tengah-tahun-1990-s-d-2003\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-header-container\" role=\"heading\" aria-level=\"2\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-header\" tabindex=\"0\" role=\"button\" id=\"accordion-label-periode-terbentuknya-kabupaten-daerah-tingkat-ii-halmahera-tengah-tahun-1990-sd-2003\" aria-controls=\"accordion-content-periode-terbentuknya-kabupaten-daerah-tingkat-ii-halmahera-tengah-tahun-1990-sd-2003\" aria-expanded=\"false\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-title sow-accordion-title-icon-left\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\tPERIODE TERBENTUKNYA KABUPATEN DAERAH TINGKAT II HALMAHERA TENGAH TAHUN 1990 S\/D 2003\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-open-close-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-open-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"sow-icon-ionicons\" data-sow-icon=\"&#xf218;\"\n\t\t \n\t\taria-hidden=\"true\"><\/span>\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-close-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"sow-icon-ionicons\" data-sow-icon=\"&#xf209;\"\n\t\t \n\t\taria-hidden=\"true\"><\/span>\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\n\t\t\t<div\n\t\t\t\tclass=\"sow-accordion-panel-content\"\n\t\t\t\trole=\"region\"\n\t\t\t\taria-labelledby=\"accordion-label-periode-terbentuknya-kabupaten-daerah-tingkat-ii-halmahera-tengah-tahun-1990-sd-2003\"\n\t\t\t\tid=\"accordion-content-periode-terbentuknya-kabupaten-daerah-tingkat-ii-halmahera-tengah-tahun-1990-sd-2003\"\n\t\t\t\tstyle=\"display: none;\"\t\t\t>\n\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-border\">\n\t\t\t\t\t<p>Atas\u00a0 berkat\u00a0 rahmat\u00a0 Allah SWT,\u00a0 tepatnya\u00a0 pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 1990, berdasarkan\u00a0 Undang\u2013Undang\u00a0 Nomor\u00a0 6 Tahun 1990 diresmikanlah Kabupaten Daerah Tingkat II Halmahera Tengah oleh Bapak Rudini selaku Menteri Dalam Negeri, dengan periode kepemimpinan pemerintahan, sebagai berikut :<\/p>\n<p>Bapak A.B Andili sebagai Kepala Daerah Tingkat II Halmahera Tengah (1990 s\/d 2001).<br \/>\nBapak Musa Badrun sebagai caretaker Bupati Halmahera Tengah (selama kurang lebih 1 tahun 6 bulan).<\/p>\n<p>Bapak Drs. M. Nur Djauhari sebagai caretaker Bupati Halmahera Tengah yang kedua.<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel\n\t\t\t\t\t\"\n\t\t\t\tdata-anchor-id=\"periode-pemekaran-s-d-sekarang\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-header-container\" role=\"heading\" aria-level=\"2\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-header\" tabindex=\"0\" role=\"button\" id=\"accordion-label-periode-pemekaran-sd-sekarang\" aria-controls=\"accordion-content-periode-pemekaran-sd-sekarang\" aria-expanded=\"false\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-title sow-accordion-title-icon-left\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\tPERIODE PEMEKARAN S\/D SEKARANG\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-open-close-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-open-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"sow-icon-ionicons\" data-sow-icon=\"&#xf218;\"\n\t\t \n\t\taria-hidden=\"true\"><\/span>\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-close-button\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t<span class=\"sow-icon-ionicons\" data-sow-icon=\"&#xf209;\"\n\t\t \n\t\taria-hidden=\"true\"><\/span>\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\n\t\t\t<div\n\t\t\t\tclass=\"sow-accordion-panel-content\"\n\t\t\t\trole=\"region\"\n\t\t\t\taria-labelledby=\"accordion-label-periode-pemekaran-sd-sekarang\"\n\t\t\t\tid=\"accordion-content-periode-pemekaran-sd-sekarang\"\n\t\t\t\tstyle=\"display: none;\"\t\t\t>\n\t\t\t\t<div class=\"sow-accordion-panel-border\">\n\t\t\t\t\t<p>Periode pemekaran adalah sebuah fase perjuangan rakyat dan pergerakan mahasiswa Weda, Patani, Maba, Gebe dan Gane Timur melalui Musyawarah Besar Rakyat pada bulan April tahun 2000, yang menghendaki terwujudnya cita-cita keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran di Negeri Fagogoru.<\/p>\n<p>Hasil Musyawarah Besar merekomendasikan pokok-pokok pikiran tentang pembentukan Kabupaten Halmahera Timur yang meliputi : Weda, Patani, Gebe dan Maba selanjutnya disampaikan ke Bapak Drs. A.B. Andili sebagai Bupati Halmahera Tengah dan Bapak Wahyuddin Abd. Hamid, SE sebagai Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Tengah.<\/p>\n<p>Kemudian pada masa kepemimpinan Drs. Musa Badrun sampai dengan masa kepemimpinan Ir. Hasan Husain Doa dengan mempertimbangkan dinamika politik saat itu, usulan pemekaran wilayah menjadi Kabupaten Halmahera Timur dengan Ibukota di Maba, Kota Tidore Kepulauan di Tidore dan Kabupaten Halmahera Tengah sebagai Kabupaten induk dengan ibukota di Weda berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003.<\/p>\n<p>Sejak pemekaran hingga saat ini, Kabupaten Halmahera Tengah dipimpin oleh :<\/p>\n<p>Bapak Hasan Husain Doa dan Drs. Ridwan M. Elyas sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah periode tahun 2002 -2007.<br \/>\nBapak I M Al Yasin Ali, M.MT dan Bapak Gawi Abbas, SE sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah periode tahun 2007 \u2013 2012.<br \/>\nBapak M. Al Yasin Ali, M.MT dan Bapak Soksi Hi. Ahmad, SH sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah periode tahun 2012 \u2013 2017.<br \/>\nBapak Edi Langkara, MH dan Bapak Abd. Rahim Odeyani, SH.,MH sebagai Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Tengah periode tahun 2017 \u2013 2022.<br \/>\nBapak Ir. Ikram M. Sangadji., M.Si sebagai Pj Bupati Halmahera Tengah Periode 2022-2023 (26 Desember 2022 \u2013 26 Desember 2023) dan Periode 2023-2024 (26 Desember 2023 \u2013 20 Agustus 2024)<br \/>\nBapak Bahri Sudirman, SH., M.Hum, sebagai Pj Bupati Halmahera Tengah Periode 2024-2025 (20 Agustus 2024 \u2013 20 Februari 2025)<br \/>\nBapak Ir. Ikram M. Sangadji., M.Si dan Bapak Ahlan Djumadil, S.IP, sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode\u00a02025\u00a0-\u00a02030<\/p>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n<\/div>\n<\/div><\/div><\/div><\/div><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MASA KESULTANAN TIDORE Dalam catatan sejarah, kawasan Weda, Patani, Maba dan juga Gebe dikenal dengan sebutan Gam Range, adalah daerah otonom yang dipimpin oleh Sangaji dalam wilayah Kesultanan Tidore. Pada fase sejarah kesultanan hingga kemerdekaan, negeri ini pernah melahirkan pahlawan<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-255","page","type-page","status-publish","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sejarah - Kabupaten Halmahera Tengah<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/sejarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah - Kabupaten Halmahera Tengah\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"MASA KESULTANAN TIDORE Dalam catatan sejarah, kawasan Weda, Patani, Maba dan juga Gebe dikenal dengan sebutan Gam Range, adalah daerah otonom yang dipimpin oleh Sangaji dalam wilayah Kesultanan Tidore. Pada fase sejarah kesultanan hingga kemerdekaan, negeri ini pernah melahirkan pahlawan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/sejarah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kabupaten Halmahera Tengah\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/dinas.kominfo.1981\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-04-11T15:45:35+00:00\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/sejarah\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/sejarah\\\/\",\"name\":\"Sejarah - Kabupaten Halmahera Tengah\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2020-12-31T01:00:45+00:00\",\"dateModified\":\"2025-04-11T15:45:35+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/sejarah\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/sejarah\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/sejarah\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/\",\"name\":\"Kabupaten Halmahera Tengah\",\"description\":\"Halmahera Tengah Maju Sejahtera\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/#organization\",\"name\":\"Kabupaten Halmahera Tengah\",\"url\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/logo-halteng.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2025\\\/03\\\/logo-halteng.png\",\"width\":350,\"height\":350,\"caption\":\"Kabupaten Halmahera Tengah\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/haltengkab.go.id\\\/ht\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/dinas.kominfo.1981\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah - Kabupaten Halmahera Tengah","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/sejarah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sejarah - Kabupaten Halmahera Tengah","og_description":"MASA KESULTANAN TIDORE Dalam catatan sejarah, kawasan Weda, Patani, Maba dan juga Gebe dikenal dengan sebutan Gam Range, adalah daerah otonom yang dipimpin oleh Sangaji dalam wilayah Kesultanan Tidore. Pada fase sejarah kesultanan hingga kemerdekaan, negeri ini pernah melahirkan pahlawan","og_url":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/sejarah\/","og_site_name":"Kabupaten Halmahera Tengah","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/dinas.kominfo.1981","article_modified_time":"2025-04-11T15:45:35+00:00","twitter_card":"summary_large_image","schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/sejarah\/","url":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/sejarah\/","name":"Sejarah - Kabupaten Halmahera Tengah","isPartOf":{"@id":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/#website"},"datePublished":"2020-12-31T01:00:45+00:00","dateModified":"2025-04-11T15:45:35+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/sejarah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/sejarah\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/sejarah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/#website","url":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/","name":"Kabupaten Halmahera Tengah","description":"Halmahera Tengah Maju Sejahtera","publisher":{"@id":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/#organization","name":"Kabupaten Halmahera Tengah","url":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/logo-halteng.png","contentUrl":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/wp-content\/uploads\/2025\/03\/logo-halteng.png","width":350,"height":350,"caption":"Kabupaten Halmahera Tengah"},"image":{"@id":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/dinas.kominfo.1981"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/255","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=255"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/255\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/haltengkab.go.id\/ht\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=255"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}