SEKDA HALTENG BUKA FGD PENYUSUNAN DOKUMEN DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN HIDUP

SEKDA HALTENG BUKA FGD PENYUSUNAN DOKUMEN DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG LINGKUNGAN HIDUP
Spread the love

DLH Halteng Hadirkan Tenaga Ahli dan LML Maluku Utara Perkuat Kajian Lingkungan Hidup Daerah

Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Tengah, Bahri Sudirman, S.H., M.Hum, membuka secara resmi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (D3TLH) Kabupaten Halmahera Tengah yang berlangsung di Aula Kantor Bapperida, Jum’at 14 November 2025. Kegiatan ini dihadiri Staf Ahli, para Asisten, pimpinan OPD lingkup Pemda Halteng, narasumber, tim penyusun, serta seluruh peserta FGD.

Dalam kegiatan ini, pemerintah daerah turut menghadirkan tenaga ahli dari berbagai bidang, di antaranya Dr. Ir. Suratman Sudjud, SP., MP sebagai penanggungjawab, Amiruddin Teapon, SP., M.Si (Perencanaan Wilayah dan Kota), Ir. M. Charis Kamarullah, SPi., M.Si., CEIA (Lingkungan), Karmila Ibrahim, SP., M.Sc (Sosial Ekonomi), Dr. Buhari Umasugi, SP., M.Sc (Pertanian/Tanah dan Air), Nurul Ainun Tangge, M.Gis (GIS), dan Rosdiana Ahmad, ST (Komputer/Administrasi/Keuangan). Selain itu, hadir pula Lembaga Mitra Lingkungan (LML) Maluku Utara sebagai pemateri utama yang memperkaya diskusi melalui paparan teknis dan advokasi lingkungan hidup berdasarkan kondisi wilayah Maluku Utara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Tengah, Hj. Rivani A. Rajak, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari tahapan penyusunan dokumen D3TLH yang menuntut proses kajian yang teliti dan partisipatif. Ia menjelaskan bahwa DLH bersama tim penyusun telah melakukan pengumpulan data awal dan pemetaan isu-isu strategis lingkungan hidup, sehingga FGD ini menjadi wadah sinkronisasi sekaligus validasi masukan dari berbagai pemangku kepentingan. “Kami berharap melalui FGD ini semua sektor dapat memberikan masukan konstruktif demi menghasilkan dokumen D3TLH yang komprehensif, akurat, dan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan lingkungan yang lebih terarah,” ujar Kadis DLH.

Dalam sambutannya, Sekda menyampaikan bahwa Halmahera Tengah memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa, namun sekaligus menghadapi tantangan besar dalam mengelola lingkungan hidup di tengah pesatnya pembangunan dan masuknya berbagai investasi. Karena itu, penyusunan dokumen D3TLH merupakan kebutuhan mendesak dan strategis. Sekda menegaskan bahwa dokumen ini tidak hanya memenuhi amanat regulasi, tetapi juga menjadi kompas dan batas aman dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.

Beliau menjelaskan bahwa dokumen D3TLH akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai daya dukung lingkungan, yaitu kemampuan alam dalam menyediakan sumber daya dan jasa lingkungan, serta daya tampung lingkungan, yaitu kemampuan lingkungan menyerap limbah dan dampak kegiatan pembangunan. Sekda berharap kajian ini harus benar-benar berbasis data dan fakta serta menggambarkan kondisi aktual Halmahera Tengah, sehingga mampu menjadi instrumen penting bagi arah pembangunan yang berkelanjutan.

Sekda juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemateri dan peserta FGD, termasuk kontribusi LML Maluku Utara, dunia usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya. Ia menekankan bahwa masukan konstruktif dari seluruh peserta sangat dibutuhkan agar dokumen ini komprehensif, akuntabel, serta dapat diimplementasikan dengan baik. “Kita tidak boleh mewariskan kerusakan, tetapi harus meninggalkan lingkungan yang lestari untuk generasi mendatang. Dengan sinergi kita semua, dokumen D3TLH ini akan menjadi landasan penting dalam mewujudkan Halmahera Tengah yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” ujar Sekda dalam sambutannya.

 

Setelah memberikan sambutan, Sekda secara resmi membuka pelaksanaan FGD. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tenaga ahli, diskusi kelompok, penajaman data dan rekomendasi teknis, serta sesi tanya jawab. Forum berlangsung interaktif, dan peserta turut memberikan banyak masukan strategis terkait kondisi ekologis, pemanfaatan ruang, potensi kerentanan, serta kebutuhan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup di Halmahera Tengah. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta.

Diskominfosandi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *