MAKASSAR, Sabtu (5/9/2026) — Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, menyampaikan orasi ilmiah bertema “Transformasi Ekosistem Kesehatan Daerah” pada acara Wisuda Universitas Tamalatea Makassar Tahun Ajaran 2025/2026, bertempat di Anging Mamiri Hall, Hotel Makassar. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Tengah, Aidin, beserta para kepala bidang.
Mengawali orasinya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada pengurus kampus dan pihak rektorat yang telah berhasil menyelenggarakan wisuda tahap 1, 2, dan 3, serta menyampaikan selamat kepada seluruh orang tua wisudawan dan para wisudawan jenjang Diploma, S1, maupun S2. Terdapat 12 wisudawan asal Kabupaten Halmahera Tengah yang diwisuda pada kesempatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak rektorat dan panitia atas undangan untuk menyampaikan orasi ilmiah pada acara tersebut.
Dalam orasinya, Bupati menyampaikan tiga pesan utama bagi para wisudawan, khususnya yang akan berkarier di bidang kesehatan:
- Mengembangkan potensi — karier harus bergerak secara dinamis, bukan statis.
- Membangun kompetensi keterampilan dan kompetensi keahlian.
- Menjaga jati diri — semakin berilmu di bidang kesehatan, semakin besar pula tanggung jawab yang harus diemban.

Bupati menyampaikan pesan utama (executive message) dari transformasi yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah. “Transformasi ekosistem kesehatan daerah bukan sekadar memperbaiki layanan kesehatan, tetapi membangun sistem yang mampu mengubah investasi publik menjadi masyarakat yang sehat, produktif, dan akuntabel,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam struktur pengeluaran rumah tangga, terdapat dua komponen dengan beban terbesar, yaitu pendidikan dan kesehatan. Karena itu, menurutnya, pemerintah harus hadir untuk meringankan beban pengeluaran rumah tangga masyarakat pada kedua sektor tersebut.
Bupati menjelaskan, langkah pertama dalam transformasi ekosistem kesehatan daerah adalah penyiapan sumber daya manusia (SDM). Pada tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah mengirim tenaga kesehatan dan bidan untuk belajar program Home Visit di Tiongkok, bekerja sama dengan PT IWIP yang membiayai seluruh proses pembelajaran tersebut. “Saya memiliki program home visit pascaperawatan rumah sakit,” ujarnya.
Ia menambahkan, tenaga kesehatan berstatus ASN dan PPPK di Halmahera Tengah turut diberikan insentif Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang cukup besar — nakes golongan III non-struktural sekitar Rp7 juta, dan struktural sekitar Rp7,6 juta. “Perhatian pemerintah daerah kepada tenaga kesehatan sangat besar. Dalam transformasi kehidupan manusia, peran mereka bukan seperti guru,” katanya, sembari menyebut latar belakangnya sendiri sebagai mantan dosen selama 3 tahun dan ASN selama 28 tahun 8 bulan di bidang kelautan dan perikanan, sebelum ditugaskan Menteri Dalam Negeri sebagai Penjabat (Pj) Bupati Halmahera Tengah pada 2023.

Bupati memaparkan skema pembiayaan kesehatan yang berlaku secara nasional maupun di daerah, yaitu BPJS (baik BPJS mandiri maupun yang dibiayai Pemerintah Daerah) dan Non-BPJS (asuransi lembaga maupun asuransi individu seperti Prudential bagi masyarakat mampu).
Namun, ia menyoroti kondisi masyarakat yang tidak masuk dalam skema tersebut, khususnya warga desa yang tidak memiliki akses ke BPJS maupun layanan digital, dan kesulitan menjangkau biaya transportasi menuju fasilitas kesehatan. “Bagaimana caranya mereka membayar, bagaimana bisa mereka mengeluarkan biaya, untuk transportasi sampai ke pusat layanan kesehatan saja sudah berat,” katanya.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menghadirkan program Layanan Kesehatan Gratis yang hanya mensyaratkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Layanan di Puskesmas sepenuhnya gratis, sementara di RSUD, masyarakat yang belum memiliki BPJS sebelumnya kerap mengalami penolakan atau pembatasan layanan. “Di Halmahera Tengah, akses layanan kesehatan hanya menggunakan KTP. Tidak hanya berobat di Halmahera Tengah, tetapi jika dirujuk sampai ke Jakarta pun akan dibiayai oleh Pemerintah Daerah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penguatan sistem ini juga harus diiringi penguatan SDM di internal rumah sakit dan puskesmas, agar benar-benar terintegrasi dalam sistem Layanan Kesehatan Gratis.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah memberikan insentif sebesar Rp1.000.000 per bulan selama 15 bulan bagi ibu hamil dan menyusui, yang menurutnya turut berkontribusi terhadap penurunan angka stunting di daerah.
Selain itu, Pemerintah Daerah juga memberikan insentif bulanan kepada kelompok rentan, yaitu:
- Janda/orang tua tunggal: Rp500.000/bulan
- Lansia usia 60 tahun ke atas: Rp500.000/bulan
- Penyandang disabilitas: Rp500.000/bulan
- Anak yatim: Rp500.000/bulan
“Halmahera Tengah saat ini dikenal sebagai daerah yang memberikan gaji kepada masyarakat,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, sumber pendanaan berbagai program tersebut didukung oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan dana transfer yang besar, seiring berkembangnya industri hilirisasi nikel di Halmahera Tengah.
Ia mengakui bahwa kebijakan efisiensi anggaran nasional turut berdampak pada Halmahera Tengah senilai Rp916 miliar dari dana transfer pemerintah pusat. Meski demikian, ia memastikan sistem keuangan daerah tetap stabil karena pengelolaan keuangan yang akurat. “Halmahera Tengah, APBD untuk siapa, Sebanyak 36,5 persen saya kembalikan langsung ke masyarakat dalam bentuk beasiswa, kesehatan gratis, insentif, dan rumah layak huni,” tegasnya.
Ia menambahkan, sepanjang masa kepemimpinannya telah dibangun 2.906 unit rumah layak huni berukuran 6×7 meter dengan lantai keramik, dan pembangunan rumah tersebut terus dilakukan setiap tahun.
Terkait pertumbuhan ekonomi, Bupati menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Halmahera Tengah pada semester I tahun 2025 tercatat sebesar 54,8 persen, dan meningkat menjadi 62 persen pada semester I (Januari–Juni) tahun 2026 capaian tertinggi, dengan 18 persen di antaranya berasal dari kontribusi lokal, seiring besarnya nilai TPP yang disalurkan.
Bupati menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah telah memberikan beasiswa kepada 4.830 siswa untuk melanjutkan pendidikan, termasuk sekitar 16 orang di antaranya menempuh pendidikan kedokteran. “Ini adalah investasi manusia,” ujarnya.
Ia menutup orasinya dengan menyampaikan bahwa para wisudawan telah melewati proses kognitif pendidikan sekaligus kognitif kesehatan, sehingga lengkaplah ilmu pendidikan dan ilmu kesehatan yang dihasilkan dari kampus tersebut. “Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih dan selamat kepada para wisudawan. Semoga ilmu yang didapatkan dari kampus dan para dosen yang hebat ini, ketika kembali ke daerah masing-masing, dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
