WEDA — Wakil Bupati Halmahera Tengah, Ahlan Djumadil, S.IP, menghadiri kegiatan dalam rangka memperingati sekaligus menyampaikan capaian 100 hari kerja Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Halmahera Tengah. Kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi atas kinerja yang telah dilaksanakan, sekaligus penyampaian program kerja dan komitmen peningkatan pelayanan air minum bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ahlan Djumadil menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah terus mendorong perbaikan pelayanan air bersih melalui penguatan kerja sama antara pemerintah daerah, Perumda Tirta Halmahera Tengah, serta pihak perusahaan, termasuk dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir telah terlihat adanya perkembangan pelayanan air kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kota Weda. Namun demikian, pemerintah daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk keterbatasan sumber air yang selama ini menjadi salah satu penopang pelayanan di sejumlah wilayah. “Memang kita sama-sama menyadari keberadaan PDAM Tirta Halmahera Tengah saat ini. Melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan PT IWIP dalam pembangunan melalui dana CSR, hari-hari terakhir kita mulai mendapatkan pelayanan air yang agak baik,” ujar Ahlan.

Ia menegaskan bahwa perbaikan pelayanan tidak berhenti pada capaian yang telah diraih. Pemerintah daerah bersama jajaran Perumda akan terus bergerak melakukan pembenahan agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi secara bertahap dan berkelanjutan.
Wakil Bupati juga menyoroti persoalan krisis air yang sebelumnya terjadi di Pulau Gebe. Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran Perumda dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang bergerak cepat dalam menangani persoalan tersebut.
Selain Pulau Gebe, persoalan pelayanan air bersih juga masih terjadi di sejumlah wilayah lain. Salah satunya di wilayah Weda Utara, khususnya Wale Langs. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah akan melakukan koordinasi dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Weda Utara untuk mempercepat penanganan kebutuhan air bersih masyarakat. “Kami akan melakukan langkah cepat untuk bisa berkoordinasi dengan beberapa perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah Weda Utara, sehingga kita bisa melakukan penanganan yang lebih cepat,” katanya.
Ahlan menilai, masa 100 hari kerja merupakan tahap awal dalam perjalanan panjang jajaran direksi dan seluruh pegawai Perumda Tirta Halmahera Tengah. Karena itu, capaian yang telah disampaikan bukan semata-mata menjadi ukuran akhir keberhasilan, melainkan menjadi fondasi untuk melakukan pembenahan dan peningkatan pelayanan ke depan.
Ia mengapresiasi semangat, kerja keras, serta dedikasi seluruh jajaran manajemen dan pegawai Perumda Tirta Halmahera Tengah selama 100 hari pertama menjalankan tugas. “100 hari bagi direksi dan teman-teman bukan waktu yang panjang. Apa yang dicapai dan disampaikan tadi bukan sekadar menjadi kebanggaan, tetapi ini adalah awal dari pergerakan panjang saudara-saudara untuk mengabdikan diri di Halmahera Tengah melalui PDAM Tirta Halmahera Tengah,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahlan juga menyampaikan apresiasi kepada PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) atas dukungan melalui program CSR, khususnya dalam pembangunan sarana dan prasarana pengolahan air.
Ia menyebut, sinergi antara pemerintah daerah, Perumda dan PT IWIP menjadi bagian penting dalam memperluas akses pelayanan air bersih bagi masyarakat. Sejumlah pembangunan Water Treatment Plant (WTP) yang didukung melalui CSR PT IWIP diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Weda Tengah, Lelilef dan kawasan sekitarnya. “PT IWIP melalui CSR sudah membangun beberapa fasilitas yang progresnya terus berjalan. Insyaallah Weda Tengah, Lelilef dan sekitarnya akan dilayani oleh WTP,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Ahlan Djumadil memberikan sejumlah arahan kepada jajaran Perumda Tirta Halmahera Tengah agar momentum 100 hari kerja dapat menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan.
Pertama, mengutamakan kualitas, kuantitas, dan keterjangkauan pelayanan. Pemerintah daerah meminta agar air yang disalurkan kepada masyarakat memenuhi standar kesehatan serta dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kedua, mengelola perusahaan secara profesional dan akuntabel. Perumda Air Minum Tirta Halmahera Tengah diharapkan dikelola secara transparan, bertanggung jawab, serta bebas dari penyalahgunaan wewenang. Orientasi utama perusahaan harus tetap pada pemenuhan kebutuhan dan pelayanan masyarakat. “Air yang dikelola adalah amanah masyarakat,” tegas Ahlan.
Ketiga, terus berinovasi dan beradaptasi. Jajaran Perumda diminta untuk tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang telah diperoleh. Perbaikan sistem, pemeliharaan instalasi, pencarian solusi atas berbagai kendala, serta peningkatan kualitas pelayanan harus dilakukan secara berkelanjutan. Ahlan juga menekankan pentingnya menjadikan masukan dan keluhan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan.
Keempat, membangun sinergi yang kuat. Menurutnya, Perumda tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah, OPD terkait, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, serta masyarakat. “PDAM tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan kita semua. Mari kita saling mendukung, saling mengingatkan dan bergerak bersama demi tujuan yang sama, yaitu kesejahteraan masyarakat Halmahera Tengah,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah akan terus memberikan dukungan dan pendampingan terhadap langkah-langkah Perumda Tirta Halmahera Tengah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Ia meminta seluruh keluarga besar Perumda untuk menjadikan 100 hari kerja sebagai awal dari perjalanan panjang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Jangan lelah bekerja, jangan menyerah pada kendala, dan teruslah berjuang memberikan yang terbaik. Pemerintah Halmahera Tengah akan selalu mendukung dan mendampingi langkah besar yang kalian lakukan selama pelayanan yang diberikan tulus untuk rakyat,” pesannya.
Ahlan berharap momentum 100 hari kerja tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar menjadi refleksi bersama untuk melihat capaian, mengidentifikasi berbagai kekurangan, sekaligus menyusun langkah perbaikan pelayanan air minum yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan bagian penting dari pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, seluruh pihak diharapkan terus memperkuat kolaborasi agar pelayanan air minum di Kabupaten Halmahera Tengah semakin baik dan mampu menjangkau masyarakat secara luas. “Semoga apa yang dilakukan malam hari ini menjadi refleksi kita semua untuk melakukan sesuatu yang lebih bermanfaat dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Halmahera Tengah,”
