Kabupaten Halmahera Tengah kembali menorehkan capaian penting dalam menjaga stabilitas harga. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah oleh Kementerian Dalam Negeri, Halmahera Tengah tercatat sebagai satu-satunya kabupaten/kota di Indonesia yang mengalami deflasi pada Oktober 2025, yakni sebesar 0,19 persen (IHK 107,96). Capaian ini menjadikan Halmahera Tengah sebagai daerah dengan inflasi terendah secara nasional.”Senin 24 November 2025
Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, menjelaskan bahwa inflasi nasional year-on-year (YoY) pada Oktober 2025 berada pada angka 2,86 persen, masih berada dalam rentang target nasional 1,5–3,5 persen. Meski demikian, ia mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar tetap mewaspadai potensi kenaikan harga emas perhiasan dan sejumlah komoditas pangan yang dapat memberi tekanan terhadap inflasi ke depan.

Capaian Halmahera Tengah mendapatkan apresiasi dari Kemendagri sebagai bukti keberhasilan dalam menerapkan langkah konkret, terukur, dan responsif dalam menjaga stabilitas harga di tengah dinamika komoditas pangan nasional.
Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang sejak awal tahun telah diperkuat dengan mekanisme kerja berbasis data dan intervensi tepat sasaran. “Sejak Januari 2025, kami memandu TPID bekerja berbasis data, memastikan intervensi dilakukan tepat sasaran, dan menjaga daya beli masyarakat. Pengendalian inflasi bukan hanya soal angka, tetapi menjaga stabilitas dan ketenangan hidup warga,” ujar Bupati.

Pemerintah daerah menjalankan sejumlah strategi terintegrasi, antara lain pemantauan harga dan stok secara berkala, pelaksanaan operasi pasar murah untuk komoditas strategis, inspeksi distribusi barang guna mencegah penahanan pasokan, serta kerja sama lintas daerah untuk memastikan kelancaran distribusi pangan. Selain itu, gerakan menanam dan dukungan transportasi dari APBD turut dijalankan selaras dengan enam langkah konkret pengendalian inflasi yang dipantau Kemendagri melalui evaluasi rutin.
Bupati Ikram menambahkan bahwa capaian ini memberikan dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya menjelang akhir tahun. “Fokus kami tetap sama: harga stabil, pasokan aman, masyarakat tenang,” tegasnya.
Rakor inflasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti; Dirjen Perumahan Perdesaan Kementerian PUPR, Imran; Direktur Pengawasan Standardisasi dan Mutu Pangan Bapanas, Hermawan; serta Plt. Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Telisa Aulia Falianty.
Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menyatakan komitmen untuk terus memperkuat koordinasi bersama TPID, BUMD pangan, distributor, dan kementerian terkait guna memastikan tren positif ini berlanjut dan stabilitas harga tetap terjaga pada periode-periode berikutnya.
Diskominfosandi
