BUPATI IKRAM AJAK PERKUAT ATURAN FANTEN, JAGA TRADISI LELUHUR

BUPATI IKRAM AJAK PERKUAT ATURAN FANTEN, JAGA TRADISI LELUHUR
Spread the love

PATANI.— Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, menghadiri perayaan adat Fanten Kipai-Wailegi yang berlangsung di Desa Kipai, Sabtu (12/9/2026). Bupati Ikram hadir didampingi jajaran perangkat daerah Halmahera Tengah, Camat Patani, para kepala desa, serta tokoh agama.

Kehadiran Bupati Ikram disambut dengan arakan tarian Coka Iba yang diiringi lantunan zikir dan salawat Nabi, menghadirkan suasana sakral sekaligus meriah di tengah masyarakat.

Para kafilah Fanten turut membawakan drama sejarah Coka Iba yang menggambarkan tradisi penyambutan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Rangkaian tradisi ini dilaksanakan pada malam 12 Rabiul Awal, diisi dengan zikir dan salawat di dua masjid, yakni Masjid Kipai dan Masjid Wailegi. Menjelang matahari terbit, sekitar pukul 06.00 pagi, dilanjutkan dengan prosesi pelepasan Coka Iba yang dipimpin oleh Sangaji Potong. Prosesi ini terdiri dari beberapa jenis Coka Iba, yaitu Coka Iba Yai (kayu) sebanyak 7 pasang yang memimpin barisan, diikuti Coka Iba Iri Pala (pelepah sagu) sebanyak 99 pasang, serta Coka Iba Gof (bambu) dan Nok.

Dalam sambutannya, Bupati Ikram menyampaikan rasa syukur dapat kembali bersilaturahmi dengan masyarakat Kipai-Wailegi, mengingat acara Fanten ini telah tiga kali diselenggarakan dan menjadi momentum baginya bertemu langsung dengan warga setempat. “Alhamdulillah, Allah memberikan kesehatan dan rahmat sehingga kita bisa berjumpa lagi dalam acara Fanten ini. Saya sangat berterima kasih atas sambutan yang telah diberikan kepada saya,” ucapnya.

Menyinggung kondisi El Nino yang tengah melanda Indonesia, Bupati Ikram menyampaikan bahwa Kecamatan Patani relatif dalam kondisi baik berkat kesadaran masyarakat yang senantiasa mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

“Terima kasih kepada tokoh agama, para imam, dan bapak-bapak haji yang terus berdoa sehingga cobaan dan musibah dari El Nino tidak terjadi di Kecamatan Patani,” tuturnya.

Ia turut menyinggung musibah gempa yang sempat merusak sekitar 105 rumah warga beberapa waktu lalu. Pemerintah daerah, menurutnya, telah menyiapkan program rumah layak huni dan renovasi rumah bagi warga terdampak.

Terkait kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak pada sejumlah daerah, Bupati Ikram menegaskan bahwa pengelolaan anggaran Halmahera Tengah masih berjalan stabil dan tidak terganggu. Penyaluran hak-hak masyarakat dalam bentuk insentif tetap berjalan aman, Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN tidak mengalami perubahan, program rumah layak huni tetap berjalan, hingga hak-hak keagamaan tetap tersalurkan dengan baik.

Bupati Ikram juga mengajak masyarakat yang memiliki anak untuk memanfaatkan program beasiswa dari Pemerintah Daerah Halmahera Tengah, karena menurutnya program ini merupakan wujud pengembalian uang rakyat untuk kepentingan rakyat. Ia berharap generasi muda Halmahera Tengah dapat terus menikmati beasiswa gratis dari Pemda.

“Beasiswa ini tersedia untuk mahasiswa reguler maupun ASN Pemda Halmahera Tengah. Sejak 2025 hingga 2026, sudah tercatat lebih dari lima ribu penerima yang tersebar di 176 universitas menggunakan beasiswa Pemda Halmahera Tengah,” ujarnya.

Di hadapan masyarakat dan para imam, Bupati Ikram menyampaikan rencana ke depan pemerintah daerah bersama para imam untuk duduk bersama membahas aturan penyelenggaraan Fanten. Ia berharap tradisi Fanten sebagai warisan leluhur ini tetap dijaga kelestariannya, namun diperkuat dengan regulasi yang lebih baik agar pelaksanaannya berjalan sesuai kesepakatan bersama pemerintah daerah.

Pemerintah daerah turut memberikan hibah dalam rangka peringatan tradisi Fanten ini. Bupati Ikram berharap kepala desa dan camat setempat dapat menyusun aturan penyelenggaraan Fanten agar tradisi ini terus lestari dan tertata dengan baik ke depannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *