TERNATE – Olimpiade Matematika Gasing Nasional 2026 resmi dibuka Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, di Bella Hotel, Ternate, Senin (5/10/2026). Kompetisi ini diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah sebagai tuan rumah dan diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Indonesia.
Pembukaan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara Abubakar Abdulah, Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara.
Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, mengatakan prestasi siswa daerahnya tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah mengalokasikan anggaran terbesar untuk pendidikan dan kesehatan. “Sejak saya menjadi Pj, saya menginvestasikan di pendidikan. Pendidikan dan kesehatan yang paling besar anggaran kami,” ujar Ikram.

Metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) dirancang agar matematika lebih mudah, cepat, dan menyenangkan dipelajari. Penerapannya telah melahirkan sejumlah prestasi bagi siswa Halmahera Tengah, di antaranya juara pertama nasional pada 2024 di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, dan 2025 di Banyuwangi, Jawa Timur. Di tingkat internasional, siswa Halteng meraih juara ketiga di Seoul, Korea Selatan, pada November 2024.
Ikram juga menyinggung siswa asal Wairoro, Kecamatan Weda Selatan, yang berprestasi di bidang teknologi dan menerima penghargaan terkait sistem keamanan NASA. Ia menilai penguasaan matematika sejak dini menjadi fondasi berpikir logis yang dapat berkembang ke berbagai bidang, termasuk teknologi. “Kalau kita tidak laksanakan metode Gasing, matematika cepat metode Gasing, maka tidak mungkin Uril siap tingkat nasional,” ujarnya.

Ikram menegaskan Gasing bukan satu-satunya faktor penentu, melainkan salah satu pendekatan dalam proses panjang membangun kualitas pendidikan.
Saat ini Halmahera Tengah memiliki sekitar 16 guru yang menguasai metode Gasing. Mereka telah beberapa kali dikirim ke Bali, Sumatera Utara, dan Banyuwangi untuk melatih selama sekitar dua minggu. Pemkab Halteng siap menanggung biaya bila daerah lain membutuhkan guru-guru tersebut. “Kami berharap dari kabupaten lain akan mengundang. Nanti Pemda yang biayai itu. Kita tidak akan memberatkan,” kata Ikram.
Ia menambahkan, pengembangan sumber daya manusia tidak boleh dibatasi wilayah administratif. “Orang yang pintar, orang yang mampu tidak ada batas wilayah,” pungkasnya.
Dengan menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan, Pemkab Halmahera Tengah berharap semakin banyak siswa daerah yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
