BNI BUKA CABANG DI LELILEF, BUPATI IKRAM SANGADJI: BUKTI NYATA PESATNYA PERTUMBUHAN EKONOMI HALMAHERA TENGAH

BNI BUKA CABANG DI LELILEF, BUPATI IKRAM SANGADJI: BUKTI NYATA PESATNYA PERTUMBUHAN EKONOMI HALMAHERA TENGAH
Spread the love

Lelilef, Weda Tengah, 26 Agustus 2026 — Bupati Halmahera Tengah, Ikram M. Sangadji, bersama Wakil Bupati Ahlan Djumadil menghadiri Grand Opening BNI Cabang Lelilef, Rabu (26/8/2026), yang bertempat di Desa Lelilef, Kecamatan Weda Tengah.

Kehadiran cabang baru bank pelat merah ini menjadi penanda semakin menggeliatnya aktivitas ekonomi di kawasan industri Weda Tengah, yang dalam beberapa tahun terakhir tumbuh menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi tercepat di Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Ikram menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Halmahera Tengah tergolong sangat tinggi, bahkan menjadi salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi baik di tingkat daerah maupun nasional. “Kabupaten Halmahera Tengah, dengan adanya industri dan hilirisasi, menciptakan pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi. Peningkatan aktivitas pertambangan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, terutama berkaitan dengan potensi mineral dan nikel,” ujarnya.

Ia menambahkan, perkembangan kawasan industri dan pengolahan mineral memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor industri pengolahan menjadi salah satu sektor dengan kontribusi terbesar dalam struktur PDRB Halmahera Tengah, diikuti oleh investasi dan dunia usaha, UMKM dan ekonomi masyarakat, perdagangan dan jasa, serta sektor pertanian, perikanan, dan kelautan.

Bupati Ikram menjelaskan, pertumbuhan ekonomi tertinggi di Kabupaten Halmahera Tengah terjadi di Kecamatan Weda Tengah, yang kini menjadi pusat aktivitas industri dan investasi daerah. Pertumbuhan tersebut didorong oleh perkembangan kawasan industri, terutama sektor pengolahan mineral, serta meningkatnya aktivitas perdagangan, jasa, konstruksi, dan usaha masyarakat di sekitar kawasan industri.

Dari sisi angka, pertumbuhan ekonomi Halmahera Tengah tercatat 54 persen pada kuartal I 2025, dan melonjak signifikan menjadi 62 persen pada kuartal I 2026. “Kenaikan yang signifikan ini dapat dibuktikan dengan dibukanya Cabang BNI di Lelilef ini. Jadi ini merupakan suatu bukti perkembangan pesat pertumbuhan ekonomi di Halmahera Tengah,” tegas Bupati Ikram.

Bupati Ikram menambahkan bahwa di Provinsi Maluku Utara, barometer pertumbuhan ekonomi daerah saat ini bertumpu pada dua wilayah, yakni Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Tengah. Ia menegaskan bahwa keberadaan industri dan hilirisasi pengolahan di Halmahera Tengah tidak hanya mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberi ruang tambahan pengelolaan anggaran daerah untuk kesejahteraan masyarakat.

Di luar capaian ekonomi, Bupati Ikram juga menyoroti indikator kesejahteraan sosial masyarakat. Angka harapan hidup di Halmahera Tengah pada 2026 tercatat mencapai 70,9 tahun, yang menunjukkan bahwa masyarakat di usia 70 tahun masih dalam kondisi sehat, seiring dengan jaminan pemerintah daerah melalui pemberian insentif bagi lanjut usia.

Bupati Ikram juga menjelaskan peran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis data terpadu yang dirancang untuk menyediakan data sosial dan ekonomi yang akurat dan terintegrasi. Dengan data tersebut, pemerintah daerah dapat menyusun program berdasarkan kondisi individu dan keluarga secara lebih tepat, seperti penanganan angka kemiskinan dan penyaluran bantuan kesejahteraan masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Ikram menyampaikan apresiasi atas Grand Opening BNI Cabang Lelilef. Ia berharap kehadiran cabang baru ini dapat memacu peningkatan ekonomi dan pendapatan daerah, sekaligus membantu BNI mencapai target capaian bisnis yang lebih baik ke depannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *