Ternate, 29 Agustus 2026 — Kabupaten Halmahera Tengah turut ambil bagian sebagai peserta Karnaval Budaya dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026 di Kota Ternate. Kegiatan ini menghadirkan perwakilan anggota JKPI dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengusung misi mempromosikan warisan budaya lokal yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Kebudayaan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Sanggar Kabata menyuguhkan atraksi yang menggabungkan tiga sajian seni andalan: Cogoipa, Tarian Lala Kene-Kene, dan Tarian Lalayon, sepanjang rute karnaval.
Namun, nama Cogoipa lah yang menjadi primadona dan “mengguncang” suasana malam itu. Atraksi yang khas dengan gerakan dinamis dan filosofi mendalam ini sukses memikat penonton, menjadikan jalanan Kota Ternate layaknya panggung raksasa yang tak pernah sepi dari tepuk tangan. Sambutan meriah datang dari ribuan penonton yang memadati sepanjang jalur karnaval hingga garis finis.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Halmahera Tengah, M. Taher Mujuddin, mengungkapkan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas antusiasme masyarakat Ternate menyambut penyampaian Halmahera Tengah. “Kabupaten Halmahera Tengah juga serta sebagai peserta Karnaval Budaya dalam rangka Rakernas VII JKPI di Ternate. Kami membawa misi besar untuk mempromosikan warisan budaya tak benda Indonesia yang kami miliki,” ujar M. Taher Mujuddin.
Ia menuturkan, kolaborasi antara Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, dan Sanggar Kabata menjadi kunci keberhasilan sajian atraksi yang memukau tersebut. Sambutan dan dukungan dari ribuan penonton sepanjang jalan hingga titik finis sungguh di luar dugaan. Mereka sangat meriah, dan itu menjadi energi positif bagi kami untuk terus melestarikan budaya, tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Halmahera Tengah, Subhan Somola, turut menghadiri rangkaian Rakernas JKPI bersama Kepala Dinas Kebudayaan M. Taher Mujuddin.
Dalam sela kegiatan Heritage City Tour bersama peserta JKPI, Subhan Somola menyampaikan bahwa Rakernas JKPI tidak hanya menjadi ajang pelestarian dan perayaan budaya, tetapi juga ruang strategis bagi Kota Ternate selaku tuan rumah untuk mempromosikan destinasi wisata, sejarah, dan kekayaan budaya kepada tamu dari berbagai daerah.
Ia juga menilai keterlibatan pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif dalam kegiatan ini sangat penting, karena memberi ruang luas bagi mereka untuk mengambil bagian sekaligus merasakan dampak ekonomi dari penyelenggaraan acara budaya berskala nasional tersebut.
Subhan menambahkan, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Disparekraf dan Dinas Kebudayaan akan berkolaborasi melakukan penjajakan agar Kota Weda dapat mengusulkan menjadi salah satu anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia.

Ia menilai Halmahera Tengah memiliki sejarah dan karakter budaya khas yang layak dipromosikan, di antaranya Cogoipa, Fanten, serta kekayaan budaya lokal lainnya potensi yang dapat dikembangkan berdampingan dengan daya tarik wisata alam dan bahari yang telah dimiliki daerah ini. “Halmahera Tengah memiliki ciri khas sejarah dan budaya yang khas. Ini dapat menjadi kekuatan untuk dipromosikan, selain potensi wisata alam dan wisata bahari yang ada saat ini,” ujarnya.
Pada malam penutupan rangkaian Rakernas JKPI, delegasi Kabupaten Halmahera Tengah kembali memeriahkan Karnaval Budaya melalui penampilan Sanggar Kabata binaan Arman Alting, yang menyuguhkan Tarian Kene-Kene dan Tarian Topeng Cogoipa.
Pertunjukan pertunjukan Halmahera Tengah tampil disertai dengan beragam atraksi seni budaya dari peserta lain, termasuk Kota Ternate sebagai tuan rumah, Banjarmasin, Palembang, Baubau, Aceh, Halmahera Barat, dan sejumlah daerah lainnya. Penutupan Karnaval Budaya ini dimulai dari Taman Fitnes dan berakhir di depan Keraton Sultan Ternate.
