Ternate, Rabu, 5 Agustus 2026 — Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangadji, menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang diselenggarakan atas kerja sama Asosiasi Desa Seluruh Indonesia dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, bertempat di Area Perikanan Ternate.
Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd; Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, S.E.; Wakil Menteri Dalam Negeri; Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Eko Hendro Purnomo; anggota DPR RI Verrell Bramasta; Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara; Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara; Wali Kota Ternate; Sekretaris Jenderal Kementerian Desa; para perwakilan kepala daerah se-Maluku Utara; jajaran direktur jenderal; serta tamu undangan lainnya.
Sebelum mengikuti seminar, Bupati Ikram terlebih dahulu menghadiri Rapat Koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Gubernur, dan para kepala daerah se-Maluku Utara.

Dalam arahannya, Menko Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan kebijakan Presiden agar para bupati dan wali kota terus berinovasi melalui kebijakan-kebijakan daerah, meskipun anggaran daerah saat ini mengalami pemangkasan untuk mendukung sejumlah program prioritas nasional, terutama di sektor swasembada pangan.
Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada pangan pada 2024 dengan produksi sekitar 4 juta ton dan bahkan melakukan ekspor. Pada 2025, terjadi surplus pupuk dan stok Bulog, meski di sisi lain harga pangan sempat mengalami kenaikan. Oleh karena itu, pada 2026 pemerintah menekan harga melalui program pangan murah, sekaligus menargetkan swasembada pangan yang berkelanjutan melalui pembangunan pupuk dan irigasi baru.
Khusus untuk wilayah Maluku Utara, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa fokus pembangunan diarahkan pada sektor protein melalui program 2.000 Kampung Nelayan Merah Putih, dengan target pembangunan 40 ribu titik yang akan dilaksanakan secara bertahap dari 2026 hingga 2028.

Ia mengimbau kabupaten/kota yang memiliki lahan kosong seluas 1.000 meter persegi atau 1 hektare untuk menyiapkannya sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan, yang selanjutnya akan dikelola oleh desa melalui skema kerja sama, misalnya dengan lembaga pendidikan atau pesantren.
Menko Pangan juga menekankan pentingnya program tematik budidaya, mengingat Maluku Utara merupakan wilayah kepulauan yang berbasis laut. Ia menegaskan bahwa alokasi anggaran tetap dihitung berdasarkan jumlah penduduk, bukan luas wilayah laut.
Terkait program tematik desa, akan dibangun 75.206 Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di seluruh Indonesia. Ia menegaskan bahwa Kopdes bukanlah sekadar pasar atau warung, melainkan infrastruktur strategis yang akan digunakan pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah melalui gubernur dan bupati/wali kota untuk menyalurkan berbagai bantuan pemerintah, termasuk bantuan PKH bagi desil 1, 2, dan 3, serta bantuan bersubsidi lainnya.
Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal H. Yandri Susanto menyampaikan bahwa melalui Program Sehati, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp2,5 miliar yang akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa (Kopdes).

Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memiliki program “Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia” berupa beasiswa yang memberikan kesempatan kepada satu orang perwakilan dari setiap desa untuk mengikuti program magang di Jepang, dengan gaji sebesar Rp17 juta per bulan.
Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mempercepat implementasi program prioritas nasional.
Melalui kegiatan ini, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan, mendorong pemberdayaan desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
